Tampilkan postingan dengan label fiksi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label fiksi. Tampilkan semua postingan

Rabu, 17 Juli 2013

Samar

Langit siang ini menjadi favorit, warnanya biru muda namun tegas. Mungkin sedang rukun-rukunnya dengan sang surya. Tak menjadi penghalang bagi saya untuk menjalankan salah satu 'rukun' kehidupan pribadi: berjalan-jalan sendiri tanpa menentukan tujuan sebelumnya. Bagi orang mungkin itu biasa. Tapi kenapa sendiri? Ini keunikan yang hanya dimiliki oleh sang introvert. 'Re-charge' theirself by doing things alone. Dan saya senang menjalaninya :)

Headset yang terkoneksi dari smartphone terpasang di telinga dengan volume sedang agar tak lupa dengan keadaan sekitar. Entah saya akan berjalan kemana lagi. Masih belum terlintas di kepala tujuan jalan-jalan saya kali ini. Sebenarnya ada niat ingin ke deretan ruko favorit saya, dimana giftshop, butik, toko kue, dan mainan tersusun secara berdekatan. Dan itu berarti harus berjalan kaki atau naik becak karena tidak ada pete-pete yang melewati jalan kesana. Maka saya pun membiarkan kaki saya berjalan cukup jauh dengan teriknya sinar matahari. Saya memang terlalu perhitungan terhadap isi dompet

Waktu kecil saya sering minta dibawa orangtua saya ke tempat ini. Dan saya juga sering menangis sampai ngamuk begitu pulang dari rumah karena terlalu banyak yang mau saya beli dari toko itu :))
Dulu masih banyak CD-CD game konsol keren yang dijual, malah ada juga komiknya, tapi sekarang lebih ke pernak-pernik dan boneka. Boneka barbie sekarang tidak selaris manis jaman saya masih kecil (eh benar nda ini? Atau masih laku ji?-.-) Sekarang pun saya juga masih senang mengunjungi toko ini. Bedanya sudah bisa pergi-pergi sendiri. Kadang beli sesuatu, kadang tidak. Tergantung isi dompet, menyedihkan.

Keluar dari giftshop, saya memutuskan menggunakan uang untuk membeli makanan buat orang dirumah. Mengingat sebentar lagi mau berbuka.
Puas mengelilingi deretan ruko ini, maka sudah waktunya saya harus pulang. I think my 'recharge' is already completed. Ya, sesimpel itu :)

Sambil jalan menenteng bungkusan kotak, kembali memasang headset dengan volume kecil. Siapa tau saya malah tak bisa dengar klakson kendaraan yang lewat. Tak jauh beberapa meter dari saya, ada sosok yang sedang sibuk menelfon. Sepertinya familiar. Tapi wajahnya masih membelakangi.

Musik di headset masih terputar dan masih sembari menunggu pete-pete lewat, saya jadi sedikit penasaran. Hanya sedikit. Yang kemudian semakin ingin mengamati siapa dia. Hingga dia pun mematikan smartphonenya, menyadari tingkah saya, dan menoleh.

Waktu terhenti. Saya ingat saat itu ekspresi saya terkejut tidak percaya, tapi saya tak bisa mengingat bagaimana persis wajah yang melihat kearahku itu. Hanya saja sepertinya adalah sosok yang sangat dekat dibenak. Bagaimana bisa?

Itulah yang ingin saya coba tuang dalam sketsa komik. Namun sulit untuk divisualisasikan, sosok itu terlalu samar. Mungkin akan saya lanjutkan jika peristiwa itu terjadi nyata. Ya, saya sedang berkhayal di tiga paragraf sebelum ini. Mungkin karena terlalu sering begadang akhir-akhir ini. Atau mungkin memang akan bertemu sosok itu. Sosok yang sangat dekat tapi masih terlalu samar.

Makassar, 16 Juli 2013, 01.24 AM.