![]() |
| alstrojobaru.blogspot.com |
Kota kelahirannya Bung Hatta, Tulus, dan Nikita Willy ini termasuk salah satu daerah favorit saya selama berada di Sumatera Barat. Kota ini punya banyak tempat menarik yang bisa dikunjungi. Sudah terhitung mungkin tiga kali saya berkunjung kesini. Dan asyiknya, Bukittinggi hanya berjarak 1 jam dari lokasi posko saya ketika KKN, hehehe (cerita mengenai KKN saya selama di Sumatera Barat nanti menyusul ya!).
Hal-hal yang paling saya ingat selama berada di sana, antara lain:
1. Jam Gadang
Ibarat Makassar punya Pantai Losari, maka Bukittinggi punya Jam Gadang. Disinilah tempat titik berkumpulnya baik itu penduduk lokal yang sekedar ingin menghabiskan hari atau untuk berjualan maupun pendatang yang baru mengenali Bukittinggi. Menurut orang-orang, karena Jam Gadang inilah dulu kota Bukittinggi sempat dijuluki London Van Andalas. Big Ben-nya Sumatera gitu, cieh.
![]() |
| Kelompok pemain musik tradisional jalanan di Jam Gadang, the last picture I've taken in Bukittinggi. |
2. Udara Dingin
Bahkan di siang bolong, sinar matahari tidak se-menyengat ibukota. Pengalaman saya waktu pertama kali kesana, saya kedinginan sedari perjalanan berangkat (mungkin karena nekat berangkat pake motor). Ditambah lagi saya baru sampai disana ketika magrib, sebagai satu-satunya pendatang diantara teman-teman KKN yang asli Minang saya merasa malu tapi senang juga.
Bahkan di siang bolong, sinar matahari tidak se-menyengat ibukota. Pengalaman saya waktu pertama kali kesana, saya kedinginan sedari perjalanan berangkat (mungkin karena nekat berangkat pake motor). Ditambah lagi saya baru sampai disana ketika magrib, sebagai satu-satunya pendatang diantara teman-teman KKN yang asli Minang saya merasa malu tapi senang juga.
3. Pasar
Meskipun disana ada KFC, Pizzahut, dan sejenisnya, jangan harap dapat menemukan mall disini. Well, saya tidak begitu peduli dengan hal tersebut. Justru lebih menyenangkan menjelajah mencari barang di kawasan seperti pasar. Pasar yang sempat saya kunjungi yaitu Pasar Terminal Aur Kuning, Pasar Atas dan Pasar Bawah.
Menurut oom dan tante saya yang sudah lebih dulu kesini, Pasar Aur Kuning yang "Tanah Abang"-nya Sumatera Barat. Kalau mau cari jilbab, mukena bordiran, konveksi, dan sejenisnya, disinilah tempatnya. Dan benar saja, ketika masuk ke bagian dalam Aur Kuning, jiwa emak-emak muncul kemudian langsung surut begitu selesai memborong. 50 persen uang jajan habis disini -_-
Semangat mencari oleh-oleh masih berlanjut di pasar berikutnya. Pasar Atas dan Pasar Bawah sendiri letaknya tidak berjauhan dari Jam Gadang. Kurang lebih sama, banyak yang jualan baju kaos sablon bertemakan Minangkabau, kain, oleh-oleh lucu, dan cemilan khasnya.
Tips berbelanja disini adalah pokoknya jangan menyerah. Kalau gagal menawar, jangan ragu tinggalkan toko tersebut untuk mencari toko berikutnya yang lebih murah. Dan yang paling penting, harus kursus kilat bahasa Minang biar menawanya greget, kalau perlu bawa teman yang warga asli Bukittinggi.
Meskipun disana ada KFC, Pizzahut, dan sejenisnya, jangan harap dapat menemukan mall disini. Well, saya tidak begitu peduli dengan hal tersebut. Justru lebih menyenangkan menjelajah mencari barang di kawasan seperti pasar. Pasar yang sempat saya kunjungi yaitu Pasar Terminal Aur Kuning, Pasar Atas dan Pasar Bawah.
Menurut oom dan tante saya yang sudah lebih dulu kesini, Pasar Aur Kuning yang "Tanah Abang"-nya Sumatera Barat. Kalau mau cari jilbab, mukena bordiran, konveksi, dan sejenisnya, disinilah tempatnya. Dan benar saja, ketika masuk ke bagian dalam Aur Kuning, jiwa emak-emak muncul kemudian langsung surut begitu selesai memborong. 50 persen uang jajan habis disini -_-
Semangat mencari oleh-oleh masih berlanjut di pasar berikutnya. Pasar Atas dan Pasar Bawah sendiri letaknya tidak berjauhan dari Jam Gadang. Kurang lebih sama, banyak yang jualan baju kaos sablon bertemakan Minangkabau, kain, oleh-oleh lucu, dan cemilan khasnya.
![]() |
| "Barah ciek, Da?" - sumber |
4. Makanan
Beruntunglah untuk pecinta masakan Minang. Untuk yang pertama kali ke Sumbar mungkin akan kebingungan antara nasi kapau, lapau nasi, dan sebagainya. Saya pun terkadang masih sulit membedakannya. Selain itu, di pasarnya juga tidak sedikit yang menjual bumbu yang sudah digiling. Jajanan? Lebih banyak lagi. Hal yang paling bikin saya excited ketika mendapati ada yang menjual perkedel sebagai jajanan. Kalau berniat mencari oleh-oleh makanan, sebaiknya langsung beli di pasarnya daripada beli di toko oleh-oleh! *masih jiwa emak-emak* Serius, karena harganya lebih mahal di toko oleh-oleh dan rasanya tidak jauh berbeda.
Beruntunglah untuk pecinta masakan Minang. Untuk yang pertama kali ke Sumbar mungkin akan kebingungan antara nasi kapau, lapau nasi, dan sebagainya. Saya pun terkadang masih sulit membedakannya. Selain itu, di pasarnya juga tidak sedikit yang menjual bumbu yang sudah digiling. Jajanan? Lebih banyak lagi. Hal yang paling bikin saya excited ketika mendapati ada yang menjual perkedel sebagai jajanan. Kalau berniat mencari oleh-oleh makanan, sebaiknya langsung beli di pasarnya daripada beli di toko oleh-oleh! *masih jiwa emak-emak* Serius, karena harganya lebih mahal di toko oleh-oleh dan rasanya tidak jauh berbeda.
![]() |
| Joke tentang kripik karak kaliang/lanting/kripik lapan di instagram. |
5. Ngarai
Kalau mengenai Sumatera Barat mungkin ada yang pernah dengar Ngarai Sianok. Salah satu obyek wisata lainnya yang sempat saya kunjungi karena penasaran dengan Great Wall-nya, meskipun berhenti di tengah jalan karena banyak yang tidak sanggup mi jalan. :))
There it goes, challenge accepted. Semoga bisa menambah semangat menulis kedepannya. :)
Kalau mengenai Sumatera Barat mungkin ada yang pernah dengar Ngarai Sianok. Salah satu obyek wisata lainnya yang sempat saya kunjungi karena penasaran dengan Great Wall-nya, meskipun berhenti di tengah jalan karena banyak yang tidak sanggup mi jalan. :))
![]() |
| di Tembok Cina (Great Wall), pardon our selfies below |
![]() |






